Seputar Kanker Serviks


Kalo ngomongin tentang kanker pasti membuat bulu kuduk kita merinding dan membuat kita ketakukan, ini juga yang kuhadapi ketika aku dikirimin artikel tentang bahayanya kanker serviks di facebookku, padahal aku selalu menghindari omongan orang tentang penyakit kanker. Emang aku akui aku sedikit trauma dengan penyakit satu itu sebab alm ayahku meninggal karena keganasan kanker bukan kanker serviks tapi kanker tenggorokan.

Apa sich kanker Serviks itu? Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling sering dijumpai pada wanita setelah kanker payudara dan dapat menyebabkan kematian. Angka kejadiannya sekitar 74% dibandingkan kanker ginekologi lainnya. Data WHO tahun 2003 menyebutkan bahwa sekitar 500.000 wanita setiap tahunnya didiagnosa menderita kanker serviks, dan hampir 60% diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia diperkirakan terjadi sekitar 40 kasus baru per harinya dan 50% diantaranya meninggal karena penyakit tersebut. Secara epidemiologi, kanker serviks cenderung timbul pada kelompok usia 33-55 tahun, tetapi dapat juga timbul pada usia yang lebih muda.

Apa penyebab kanker serviks? Penyebab kanker serviks adalah virus HPV (human papilloma virus). Virus ini adalah sejenis virus yang menyerang manusia. Tipe virus ini banyak (lebih dari 100 tipe) dan sebagian besar tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya (self limiting). Infeksi HPV paling sering terjadi pada kelompok usia 18-28 tahun.Virus yang menginfeksi pada saat pertama kali tidak langsung muncul sebagai tumor/kanker. Infeksi pertama akan berkembang kearah kanker serviks tergantung dari jenis/tipe HPVnya, tipe resiko rendah atau resiko tinggi, yang akan menimbulkan kelainan lesi pra kanker. Lesi pada tipe resiko rendah (tipe 6 dan 11) hampir tidak beresiko menjadi kanker dan hanya menimbulkan kelainan yang disebut genital wart ( kutil pada kelamin). Pada infeksi HPV, lesi prakanker dapat regresi (sembuh sendiri karena system kekebalan tubuh alamiah), menetap atau progresif. Sebagian besar dapat regresi dalam waktu 1-2 tahun. Akan tetapi lesi yang menetap karena infeksi HPV resiko tinggi (tipe 16 dan 18) akan cenderung berkembang menjadi kanker (progresif) dalam waktu cepat ataupun lambat. Infeksi ini akan menyebabkan perubahan pada sel-sel serviks sehingga sel abnormal tumbuh lebih cepat tanpa terkontrol dan membentuk benjolan tumor.Infeksi HPV dapat terjadi melalui penyebaran seksual oleh karena itu dapat menginfeksi semua orang. Wanita yang mulai berhubungan seksual pada usia muda (dibawah 20 tahun) dan sering berganti pasangan memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Namun tidak berarti yang setia dengan satu pasangan tidak beresiko, karena semua wanita memiliki resiko yang sama. Pasangan yang terinfeksi HPV dapat menjadi sumber penularan. Faktor predisposisi atau factor yang mempengaruhi timbulnya kanker serviks lainnya adalah wanita perokok dan pengguna KB pil.

Bagaimana gejala-gejala? Kanker serviks pada stadium lesi pra kanker tidak menimbulkan gejala. Kelainan hanya dapat ditemui dengan pemeriksaan Pap Smear berupa ditemukannya sel-sel abnormal pada bagian serviks. Jika sudah berkembang menjadi kanker, akan ditemukan keluhan antara lain: - keputihan yang tidak sembuh-sembuh dan berbau - perdarahan pasca sanggama - perdarahan diluar atau diantara siklus haid - rasa sakit pada saat berhubungan seksual,Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan
, Nyeri Panggul dan tidak bisa buang air besar. Jika dijumpai keluhan tersebut harus diwaspadai dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Bagaimana Cara Mendeteksi Dini? Deteksi sel-sel yang tidak normal secara dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear. Pemeriksaan Pap Smear adalah pemeriksaan terhadap cairan pada dinding serviks yang diambil melalui pemeriksaan dalam oleh dokter dan dilihat interpretasi melalui mikroskop. Prosedur pemeriksaan ini hanya memerlukan waktu tidak lebih dari 10 menit. Perlu diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan saat tidak haid (waktu 5-7 hari setelah selesai haid) dan tidak melakukan hubungan seksual 2 hari sebelumnya. Perlu diberikan juga informasi mengenai haid terakhir, jumlah anak, kontrasepsi yang digunakan dan adanya riwayat radiasi atau minum obat-obatan hormonal. Selain Pap Smear cara konvensional, saat ini untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan dikembangkan pemeriksaan Thin Prep (liquid based cervical cytology). Dengan prosedur yang sama dengan Pap Smear tetapi dengan hasil yang lebih memuaskan. Namun pemeriksaan ini sedikit lebih mahal dibandingkan Pap Smear biasa.

Apa Faktor yg mendukung timbulnya servik? merokok, penggunaan kontrasepsi jangka panjang, penyakit menular seksual, berhubungan intim sembarang (free seks, ketidakpedulian terhadap penggunaan pembalut, ketidakpedulian terhadap dan keputihan menggunakan bahan kimia untuk vagina.

Langkah Mencegah Kanker Serviks
1. Pemeriksaan teratur. Apabila Anda perempuan dewasa yang melakukan hubungan seks secara teratur, lakukan tes pap smear setiap dua tahun sampai berusia 70 tahun.

2. Waspadai gejalanya. Segera hubungi dokter kalau ada gejala-gejala tidak normal, seperti pendarahan - terutama setelah aktivitas seksual.

3. Hindari merokok. Perempuan sebaiknya tidak merokok, karena dapat merangsang timbulnya sel-sel kanker melalui nikotin dalam darah. Resiko perempuan perokok terkena kanker mulut rahim adalah 4 hingga 13 kali lebih besar, dibanding perempuan bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan efek toksik pada sel epitel, sehingga memudahkan masuknya mutagen virus.

4. Hindarkan antiseptik. Hindarkan kebiasaan mencuci vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodoran, karena akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker.

5. Hindari pemakaian bedak (talek). Hindari pemakaian talek (bedak) vagina pada perempuan usia subur, karena bisa mengakibatkan kanker ovarium (indung telur). Hindari penggunaan estrogen pada perempuan yang terlambat menopause.

6. Hubungan seksual terlalu dini. Perempuan di bawah usia 18 tahun sebaiknya tidak melakukan hubungan seks. Lakukan hubungan seksual yang stabil.

7. Waspada terhadap penyakit kelamin pasangan. Jangan melakukan hubungan seksual dengan penderita kutil kelamin atau gunakan kondom untuk mencegah penularannya.

8. Jangan berganti-ganti pasangan seksual. Istri yang suaminya gemar 'jajan di luar' juga berpotensi besar terserang kanker mulut rahim.

9. Hindari penggunaan obat-obatan tanpa konsultasi dokter. Pemberian hormon diethistilbesterol (DES) sewaktu hamil juga dapat menimbulkan kanker serviks dan vagina pada keturunannya.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, kenali dini diri dan tubuh anda, termasuk pencegahan kanker leher rahim ini.
(diambil dari berbagai sumber)

0 Comments:

Post a Comment